You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Nama PNS Terindikasi Narkoba Tidak Akan Dipublikasikan
photo Erna Martiyanti - Beritajakarta.id

Djarot Ingin Pasar Tradisional Punya Ciri Khas

Sebanyak 153 pasar tradisional tersebar di ibu kota. Namun, hingga kini belum dipetakan kekhasannya. Karena itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat, meminta PD Pasar Jaya memetakan ciri khas masing-masing pasar agar bisa dibuat konsep tematik yang mampu bersaing dengan pasar modern.

Pasarnya banyak sekali jumlahnya sampai 153 lokasi. Dan saya bilang PD Pasar Jaya jangan cuma lihat Pasar Tanah Abang saja, banyak yang butuh perhatian kita juga

Djarot mengatakan, dengan konsep pasar tematik bisa menarik pengunjung lebih banyak lagi. Konsep pasar tematik yang dimaksud seperti Pasar Burung, Pasar Batu Akik, dan Pasar Ikan. "Jadi punya ciri khas masing-masing. Kan itu bisa menarik pengunjung juga," kata Djarot, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (13/1).

PD Pasar Jaya juga diminta agar tidak hanya memperhatikan Pasar Tanah Abang saja. Sebab, pasar tradisional lainnya juga memerlukan perhatian.

DKI Siap Tampung PKL di Pasar Kamal

"Pasarnya banyak sekali jumlahnya sampai 153 lokasi. Dan saya bilang PD Pasar Jaya jangan cuma lihat Pasar Tanah Abang saja, banyak yang butuh perhatian kita juga," ujarnya.

Menurutnya pasar tradisional tidak perlu khawatir dengan keberadaan pasar modern. Sebab, pasar tradisional memiliki daya tarik tersendiri. Di mana aktifitas jual beli antar manusia masih berjalan. Sementara jika di pasar modern aktifitas jual beli hanya terjadi antara manusia dengan label saja. "Di pasar tradisional juga masih ada kegiatan tawar menawar, itu yang menarik," ucapnya.

Selain itu, Djarot juga menginstruksikan agar PD Pasar Jaya memindahkan pasar-pasar grosir ke luar Jakarta. Tujuannya adalah mengurangi produksi sampah. Karena sayur mayur yang masuk ke Jakarta sudah bersih. "Misalnya kelapa yang masuk Jakarta tidak lagi dengan kulitnya. Itu akan mengurangi banyak sampah yang masuk," sarannya.

Tidak hanya sayur mayur, pengolahan daging juga menjadi sorotan mantan Walikota Blitar itu. Dirinya meminta agar daging yang masuk ke Jakarta tidak lagi dalam bentuk hewan, melainkan daging karkas yang sudah dipotong di daerah asal seperti, Lampung dan Banten.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

    access_time02-06-2026 remove_red_eye2519 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1386 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1304 personAnita Karyati
  4. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1162 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1150 personTiyo Surya Sakti